DI BALIK DANA DESA MILYARAN, MASIH ADA WARGA CINIBUNG CISOKA YANG TERABAIKAN

DI BALIK DANA DESA MILYARAN, MASIH ADA WARGA CINIBUNG CISOKA YANG TERABAIKAN

IRRES

DI BALIK DANA DESA MILYARAN, MASIH ADA WARGA CINIBUNG CISOKA YANG TERABAIKAN. 


KAB.TANGERANG,--BERITAHARIAN86. COM || Ditengah kucuran Dana Desa bernilai miliaran rupiah setiap tahun, kisah pilu justru dialami keluarga Lukman, warga Kampung Cinibung RT 003/004, Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. 

Selama hampir duapekan terakhir, Lukman terbaring lemah akibat sakit komplikasi, sementara keluarganya hanya bisa pasrah di rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni.
Keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini tak mampu berbuat banyak.
Untuk berobat pun mereka mengaku kesulitan, apalagi memperbaiki rumah yang nyaris tidak memenuhi standar hunian sehat. 

Di tengah kondisi tersebut, keluarga Lukman berharap adanya uluran tangan dari Pemerintah Desa Karangharja dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Namun hingga berita ini diturunkan, bantuan yang diharapkan belum juga mereka rasakan.
Kondisi keluarga Lukman mencerminkan lemahnya kepekaan aparatur pemerintah desa dalam mendeteksi warga miskin ekstrem di wilayahnya. Dana Desa yang setiap tahun mencapai miliaran rupiah dinilai belum sepenuhnya menyentuh warga paling membutuhkan.

“Dana desa miliaran, tapi masih ada warga sakit dan tinggal di rumah tidak layak yang terlewat. Ini ironis dan harus menjadi evaluasi serius,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Kasus ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk memperbaiki pendataan sosial dan memastikan program bantuan benar-benar tepat sasaran. “Jangan hanya fokus pada proyek fisik, tapi lupa pada sisi kemanusiaan,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Cinibung Kaler, Aci, juga berharap ada perhatian dari pemerintah.
“Saya berharap ada bantuan dari semua pihak, terutama dari Pemerintah Desa Karangharja, karena melihat kondisi saudara Lukman yang sudah lama terbaring sakit,” ungkapnya, Rabu 04 Februari 2026.

Di tempat yang sama, istri Lukman, Sarti, menyampaikan harapannya dengan suara lirih dan mata berkaca kaca. 
“Kami berharap ada bantuan dari pemdes dan pemerintah kabupaten. Sedikit saja sangat berarti bagi kami, terutama untuk berobat dan memperbaiki rumah,” kata Sarti.
Kondisi rumah keluarga Lukman yang memprihatinkan memunculkan pertanyaan soal fungsi perangkat desa, RT/RW, hingga pendamping sosial yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendata warga miskin ekstrem.
Jika warga sakit parah dan tinggal di rumah nyaris roboh masih luput dari perhatian, maka sistem perlindungan sosial dinilai belum berjalan efektif.

Kisah keluarga Lukman menjadi potret bahwa di balik narasi pembangunan dan besarnya alokasi Dana Desa, masih ada warga yang terpinggirkan dan luput dari perhatian.
Pemerintah Desa Karangharja dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dituntut tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam kondisi sakit dan kemiskinan ekstrem.

(Enjen).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar