Presiden Prabowo: Saya Sambut Kritik dengan Seksama, Kami Jawab dengan Hasil Nyata Bukan Retorika

Presiden Prabowo: Saya Sambut Kritik dengan Seksama, Kami Jawab dengan Hasil Nyata Bukan Retorika

IRRES

Presiden Prabowo: Saya Sambut Kritik dengan Seksama, Kami Jawab dengan Hasil Nyata Bukan Retorika

 
BERITAHARIAN86.COM || Presiden Prabowo Subianto bereaksi atas berbagai kritik yang diterimanya selama menjabat sebagai kepala negara.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya menyambut baik kritik dan menelaah semua kritikan dengan seksama.

Hal ini disampaikannya dalam pernyataan di Majalah The Economist.

Sebelumnya, The Economist menerbitkan artikel panjang berjudul “Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy”. Dalam edisi cetaknya pada 16 Mei 2026, artikel itu muncul dengan judul “Archipelagoing fast”.

Publik Indonesia tidak mengetahui bahwa Prabowo menjawab artikel tersebut secara langsung. Pada 10 Juni 2026, The Economist memuat surat jawaban Prabowo di rubrik Letters dengan judul “President Prabowo Subianto responds to our recent briefing”.

"Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil," kata Prabowo dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah, Jumat (12/6/2026).

Prabowo menegaskan Indonesia menerapkan sistem demokrasi.

Ia mengakui bahwa demokrasi adalah sistem terbaik meski tidak sempurna.

"Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat," katanya.

Prabowo pun menegaskan bahwa pemerintahannya membuka ruang kritik seluas-luasnya.

Ia mengaku selalu mencermati setiap masukan dan kritik yang ditujukan pada pemerintah.

"Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah yang saya pimpin dan menimbangnya berdasarkan fakta, serta realitas yang dihadapi rakyat biasa," kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya di Indonesia. 

Dalam budaya Indonesia, kerja sama lebih diutamakan daripada fragmentasi politik.

Ia menyebut kerendahan hati lebih dihargai daripada permusuhan politik.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak menjawab kritik dengan retorika.

Melainkan menjawab kritik dengan hasil kerja nyata yang bisa diukur semua pihak dan dilihat semua orang.

"Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun," lanjutnya. (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Foto 1: Presiden Prabowo menanggapi gelombang kritik yang diarahkan kepada jalannya roda pemerintahan. (Tribun Network) 

Foto2: Prabowo menegaskan bahwa setiap masukan dari publik disambut dengan tangan terbuka. (Tribun Network/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar