Gubernur Banten Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada.

Gubernur Banten Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada.

IRRES
IRRES

Gubernur Banten Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada.


Gubernur Banten Andra Soni saat meninggalkan Kantor atau Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Minggu (6/9/2026) malam, pukul 19.30 WIB.


BANTEN,–BERITAHARIAN86.COM ||  Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Pandeglang Dewi Setiani, menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Rakor digelar di Kantor atau Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau dengan melibatkan Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Pertemuan tersebut membahas perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Gunung Anak Krakatau sendiri, telah berstatus Level III atau Siaga sejak awal Juli 2026. Aktivitas erupsi kembali menjadi perhatian setelah letusan terjadi secara terus-menerus sejak, Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB.

Erupsi bahkan berlangsung hingga sekitar 25 jam (Jumat tanggal 4 September 2026 pukul 23.07 s/d Minggu dinihari tanggal 5 September 2006) dan sempat disertai suara gemuruh yang membuat sebagian masyarakat panik.

Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah, karena hujan abu vulkani masih terjadi,” ujar Andra Soni.

Menurut Andra, paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, sehingga masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan abu terjadi.

Selain masyarakat, pemerintah juga mengingatkan nelayan dan wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas masyarakat di sekitar gunung api tersebut harus memperhatikan radius bahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

“Kami juga mengingatkan nelayan dan wisatawan untuk tidak mendekat gunung anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah,” tegas Andra.

Andra Soni juga meminta seluruh pemerintah daerah di Banten, untuk memperkuat mitigasi bencana. Langkah tersebut, harus dilakukan hingga tingkat desa dengan melibatkan seluruh aparatur pemerintahan.

“Saya juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi secara maksimal, untuk memastikan keselamatan masyarakat,” tegas Andra.

Masyarakat juga diminta, tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial dan memperbarui informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah.

Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten, Badan Geologi, BMKG, serta instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau terakhir mengalami erupsi besar pada 2018. Aktivitas vulkanik kembali meningkat pada 2026 sehingga pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap masyarakat di wilayah pesisir Banten.

(*/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar