Semangat Pantang Menyerah Ririn, Siswi Disabilitas di Serang yang Tekun Mengejar Cita-cita

Semangat Pantang Menyerah Ririn, Siswi Disabilitas di Serang yang Tekun Mengejar Cita-cita

IRRES

Semangat Pantang Menyerah Ririn, Siswi Disabilitas di Serang yang Tekun Mengejar Cita-cita

‎SERANG, -- BERITAHARIAN86.COM || Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Ririn (11), siswi kelas IV SDN Cirangkong 1, untuk terus menimba ilmu. 
‎Warga Kampung Cirangkong, Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang ini menunjukkan semangat luar biasa dalam belajar dan bersosialisasi di sekolahnya.
‎Meski menyandang disabilitas, Ririn tetap percaya diri dan aktif berinteraksi dengan teman-temannya.
‎Ia memiliki tekad kuat untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun mental bukanlah hambatan untuk meraih prestasi dan masa depan yang lebih baik.
‎"Saya ingin mandiri dan mengejar masa depan," ujar Ririn kepada awak media, Selasa (07/04/2026). 
‎Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitasnya.
‎Namun, di balik semangatnya, Ririn masih menghadapi kendala fasilitas penunjang belajar.
‎Ia sangat berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, terkait kebutuhan dasar sekolah seperti tas, sepatu, dan perlengkapan lainnya.
‎Harapan serupa disampaikan oleh Rina ibunda Ririn. 
‎Sebagai istri dari seorang pengemudi ojek online dengan penghasilan pas-pasan, ia berharap pemerintah memberikan dukungan nyata agar hak pendidikan anaknya terpenuhi secara setara.
‎"Kami berharap ada bantuan agar Ririn bisa terus sekolah dengan layak. Kami ingin anak-anak disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dengan yang lainnya," ungkap Rina.
‎Terkait hal ini, Kepala Sekolah SDN 1 Cirangkong, Bapak Safei, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya mengajukan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). 
‎Namun sayangnya, hingga saat ini pengajuan tersebut belum membuahkan hasil dari pemerintah pusat.
‎Merespons kondisi tersebut, Camat Petir, Sinta Aslifiani Harjani, ST., MH., menyatakan komitmennya untuk memberikan atensi. 
‎"Kami akan segera menindaklanjuti hal ini," tegasnya saat dikonfirmasi. Sementara itu, Kepala Desa Cirangkong, Sunardi, belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
‎Kisah Ririn menjadi pengingat pentingnya dukungan lingkungan, guru, dan teman sebaya dalam menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif. 
‎Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan bermutu tanpa diskriminasi.
‎(*/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar