Misteri Sewa Lahan Tower di Desa Ciagel: Warga Menanti Jawaban Transparan dari Kepala Desa

Misteri Sewa Lahan Tower di Desa Ciagel: Warga Menanti Jawaban Transparan dari Kepala Desa

IRRES

*Misteri Sewa Lahan Tower di Desa Ciagel: Warga Menanti Jawaban Transparan dari Kepala Desa*

SERANG,– BERITAHARIAN86.COM || Dugaan mengenai penerimaan uang sewa lahan menara telekomunikasi (tower) oleh Kepala Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Warga menuntut adanya keterbukaan informasi terkait pemanfaatan aset desa tersebut. Rabu 6 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menara telekomunikasi tersebut telah berdiri selama kurang lebih 15 tahun di lahan yang diduga merupakan Tanah Bengkok atau Tanah Kas Desa (TKD), tepatnya di area samping jalan tol Serang-Jakarta.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini tidak pernah mendapatkan sosialisasi maupun informasi resmi mengenai nilai kontrak maupun identitas perusahaan penyedia menara tersebut.

"Kami hanya meminta transparansi kepada warga. Kalau memang uang sewa itu sudah cair, berapa nominalnya dan dialokasikan untuk apa? Itu yang ingin kami ketahui," ujar warga tersebut kepada awak media.

Informasi tambahan muncul dari pengakuan seorang warga lainnya yang mengklaim pernah mengantar Kades Ciagel ke sebuah kantor di kawasan Patung Kuda, Jakarta, yang diduga berkaitan dengan urusan administrasi tower tersebut.

"Saya pernah mengantar Kades ke Jakarta, ke gedung di area Patung Kuda lantai atas terkait tower. Namun, saya pribadi tidak tahu apakah uangnya sudah cair atau belum saat itu," jelasnya.

Saat mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon untuk keberimbangan berita, Kepala Desa Ciagel, Yunus, belum memberikan keterangan secara terperinci. Ia hanya memberikan jawaban singkat kepada awak media.

"Sedang jauh, lagi mancing," jawab Yunus singkat saat dihubungi.

Masyarakat kini berharap pihak Pemerintah Desa Ciagel segera menggelar pertemuan atau memberikan keterangan resmi untuk menjelaskan status sewa lahan tersebut. Mengingat tower tersebut berdiri di atas aset desa, warga menilai hasil sewa tersebut seharusnya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang digunakan untuk kepentingan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Ciagel belum memberikan klarifikasi resmi lebih lanjut mengenai keluhan dan pertanyaan warganya. Redaksi terus berupaya memberikan ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sebagai bentuk pemenuhan hak jawab dan keberimbangan informasi.

(*/Bmbg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar