PAGURON SERANG GELAR PENTAS SENI BUDAYA DI SITUS TASIKARDI, DORONG PELESTARIAN PENCAK SILAT DAN DEBUS

PAGURON SERANG GELAR PENTAS SENI BUDAYA DI SITUS TASIKARDI, DORONG PELESTARIAN PENCAK SILAT DAN DEBUS

IRRES

PAGURON SERANG GELAR PENTAS SENI BUDAYA DI SITUS TASIKARDI, DORONG PELESTARIAN PENCAK SILAT DAN DEBUS


SERANG,-- BERITAHARIAN86.COM || Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan melalui kegiatan pentas seni budaya yang digelar oleh Paguron di wilayah Serang. Acara yang diprakarsai oleh Paguron Langlang Buana Pontang ini berlangsung meriah di kawasan Tasikardi pada 16 April 2026, salah satu situs cagar budaya peninggalan era Kesultanan Banten.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, termasuk Kepala Bidang Kebudayaan, serta diikuti oleh berbagai paguron dari wilayah Kramatwatu, Waringinkurung, Kragilan, dan sekitarnya.

Ini lah peguron padepokan yang hadir di antaranya.

1.naga sakti dan macan umbaran
2.sukma jaya satria
3.paksi naga Liman 
4.kimasjong
5.tapak jaya terumbu 
6.jaLak ireng
7.satria banten
8.singa putih. 
9.panca sona
10.piksi
11.sgi seni golok Indonesia
12.jaya laksana
13 .raga sampurna
14 . Macan ucuL
15.terumbu jalak rawe masih banyak peguron yang hadir walau tidak 
Di sebut nama nya.


Tasikardi sendiri dikenal sebagai situs bersejarah dari abad Kesultanan Banten yang memiliki nilai penting dalam perjalanan budaya daerah. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar paguron, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam menjaga dan menghidupkan kembali seni tradisional Banten.

Dalam sambutannya, Hariri yang dikenal dengan sebutan “Macan Umbaran” dari Kramatwatu menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia mengusulkan agar Tasikardi dijadikan sebagai pusat pentas seni budaya yang digelar setiap minggu, dengan melibatkan seluruh paguron secara bergiliran

“Semoga ke depan, Tasikardi bisa menjadi wadah pentas seni budaya, khususnya pencak silat dan debus, tidak hanya untuk wilayah Kramatwatu tetapi juga seluruh Kabupaten Serang. Kita sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan budaya ini agar tidak punah,” ujar Hariri.

Acara ini juga dihadiri oleh puluhan paguron, di antaranya Naga Sakti dan Macan Umbaran, Sukma Jaya Satria, Paksi Naga Liman, Kimasjong, Tapak Jaya Terumbu, Jalak Ireng, Satria Banten, Singa Putih, Panca Sona, Piksi, SGI Seni Golok Indonesia, Jaya Laksana, Raga Sampurna, Macan Ucul, serta Terumbu Jalak Rawe. Kehadiran mereka menambah semarak kegiatan yang diisi dengan pertunjukan pencak silat, debus, hingga seni tradisional gembrung.

Panitia pelaksana dari Paguron Langlang Buana menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta yang hadir. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat persatuan antar paguron sekaligus menjaga eksistensi budaya Banten di tengah perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan seni budaya khas Banten, khususnya pencak silat dan debus, dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah

(Bmbg)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar