Kemarau Panjang, Warga Desa Carenang Mulai Kesulitan Air Bersih
TANGERANG,— BERITAHARIAN86.COM || Puncak musim kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan. Di Provinsi Banten, musim hujan diprediksi mulai datang secara bertahap pada November hingga Desember 2026.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang. Menyusutnya ketersediaan air tanah membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi serupa dirasakan warga Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Sejumlah sumur bor milik warga mulai mengalami penurunan debit air. Bahkan, beberapa warga mengaku harus menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Kampung Karoya, RT 007/003, Rohiti, mengaku khawatir apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
«“Kami dan beberapa warga lainnya kebingungan kalau musim kemarau ini masih panjang. Sumur bor yang kami miliki sudah sangat minim airnya. Bahkan untuk mandi saja kami harus menghemat air yang ada,” ujar Rohiti kepada awak media, Rabu (23/9/2026).»
Meski menghadapi keterbatasan air, Rohiti bersama sejumlah warga lainnya berupaya mencari solusi agar persoalan sarana air bersih di kampungnya dapat segera teratasi.
Mendapat informasi dari warga lainnya mengenai sosok yang selama ini dikenal peduli terhadap masyarakat, Rohiti bersama saudara dan beberapa tetangganya kemudian mendatangi kediaman H. Badru, warga Desa Carenang yang berdomisili di Kampung Nyompok Pasir.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan langsung keluhan sekaligus meminta bantuan terkait kebutuhan sarana air bersih (SAB).
«“Pak Haji, coba tolong bantu kami dan beberapa warga yang saat ini sudah hampir putus asa terkait sarana air bersih,” tutur Rohiti mewakili warga yang hadir.»
Menanggapi keluhan tersebut, H. Badru menerima kedatangan warga dengan ramah dan menyatakan akan menampung serta memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
«“Kami siap membantu semuanya. Namun, tentunya harus bersabar dan selalu mengedepankan sikap saling memahami serta menghormati antara warga yang satu dengan warga lainnya,” ujar H. Badru.»
Ia juga menyampaikan bahwa setiap aspirasi warga yang telah disampaikan dan didokumentasikan akan diperjuangkan, meskipun membutuhkan proses.
«“Dalam dokumentasi yang kami arsipkan, terkait keluhan warga yang telah disampaikan akan kami perjuangkan semuanya. Namun, semua itu tentunya membutuhkan proses. Nanti di ABT, mudah-mudahan aspirasi dulur-dulur urang bisa terealisasikan,” kata H. Badru.»
Telah Bangun Sejumlah Titik Sumur Bor
Hingga berita ini disusun, H. Badru disebut telah turut mendorong pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor di sejumlah titik di Desa Carenang. Sepanjang tahun 2026, terdapat sekitar tujuh titik yang telah direalisasikan maupun masih dalam proses pengerjaan, yaitu:
1. Kampung Lembur Gede, RT 003/001.
2. Kampung Pulo Gede, RT 004/002 — dalam proses.
3. Kampung Nyompok Lebak, RT 014/005 — dalam proses.
4. Kampung Bojong Muncang, RT 005/002.
5. Kampung Nyompok Girang, RT 018/006.
6. Kampung Nyompok Girang, RT 019/006.
7. Kampung Solear, RT 024/007.
Pembangunan sarana air bersih tersebut disebut merupakan bagian dari realisasi aspirasi masyarakat melalui Dewan Dapil Banten 1, H. Astayudin dari Fraksi Partai Gerindra, dengan H. Badrudin sebagai pelaksana.
Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Bagi warga Desa Carenang, ketersediaan sarana air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang diharapkan dapat terus mendapat perhatian, terlebih apabila musim kemarau masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
(Enjen j).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar