Kali Cidurian Meluap, Petani di Cisoka Prustasi Gagal Panen "PASTIII!"

Kali Cidurian Meluap, Petani di Cisoka Prustasi Gagal Panen "PASTIII!"

IRRES

Kali Cidurian Meluap, Petani di Cisoka Prustasi Gagal Panen "PASTIII!"


TANGERANG,--BERITA HARIAN 86.COM || Luapan kali Cidurian yang membentang melintasi dua Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, kembali menengelamkan pesawahan yang berada di Desa Carenang, Desa Bojong loa kecamatan Cisoka, dan Desa pasir muncang kecamatan Jayanti. 

Sudah dua pekan banjir tak kunjung surut, bahkan hari ini Kamis 22 januari 2026 hujan deras kembali turun. Sehingga kali Cidurian kembali meluap merendam pesawahan yang sudah terendam hampir dua pekan. 

Petani yang ada di dua kecamatan ,Cisoka dan Jayanti, meliputi tiga Desa yaitu Desa Carenang, Desa Bojong Loa, dan Desa Pasir muncang. di pastikan tahun ini gagal panen, kerugian di akibatka Banjir di taksir mencapai puluhan juta rupiah. 

Ustdz Eki sebagi tokoh Masyarakat dan juga sebagai petani di Desa Carenang, berkeluh kesah menceritakan kepada Awak media Berita harian 86 com. Tahun ini kami di pastikan gagal panen di karnakan sawah-sawah kami yang berada di blok Rabak, yang meliputi pesawahan di tiga Desa sudah terendam hampir dua pekan. 

Kami pun kebingungan etah harus berbuat apa, setiap musim penghujan tiba dan banjir tahunan pasti melanda, merendam,sawah yang luasnya hampir seratus hektar di tiga desa ini selalu kena dampak dari luapan sungai Cidurian. 

Kerugian kami para petani yang berada di tiga Desa sudah di pastika puluhan juta rupiah, modal utuk menggarap sawah, pupuk, itu jutan rupiah Mas, bahkan yang kami bingungkan masalah pupuk ,sudah belinya susah sekarang kami di pastikan gagal panen, kadang kami ini mau berhenti bertani tapi bagai mana nasib keluarga kami,"ujar Ustdz Eki. 

Keluhan yang sama di sampaikan oleh Abah Emad, salah satu petani di Desa bojong Loa, kalaupun banjir sudah surut kami bingung modal utuk bertani sudah habis, panen pasti gagal, ujar Abah Emad.sambil mengelas nafas beban yang jelas terlihat nampak di wajah Beliau. 

Lain cerita dari dua sosok petani, pk. Yayat warga Pasir muncang, salah satu tengkulak padi di dua kecamatan Cisoka dan jayanti, ketika kami sambangi di tempat penggilingan padi miliknya. 

Saya sebagai tengkulak padi miris melihat musibah banjir tahunan yang krapterjadi, petani di pastikan gagal panen, dan saya pun di pastikan merugi takan dapat gabah karna petani gagal panen. 

Harapan saya khusus buat parapejabat terkait,agar bisa mengatasi banjir tahunan, dengan cara melakukan normalisasi kali Cidurian, karna penyebab banjir melanda pesawahan di Blok Rabak, itu karna kali Cidurian sudah tak mampu menampung debit air yg meluap. 

Ketika kali Cidurian meluap pasti airnya mengalir ke pesawahan di dua kecamatan, dan tiga Desa. "tutur pk. Yayat penuh harap. 

Petani di pastikan gagal panen, lain halnya dengan warga di tiga Desa, Desa Carenang ,Desa Jayanti, Desa Pasir muncang. Yang mana Jalan satu satunya penghubung dua kecamatan tersebut terputus, sudah tidak bisa di lewati kendaran roda empat maupun roda dua. 

Jembatan satu satunya penghubung dua Kecamatan, Cisoka dan Jayanti, tepatnya di Kp. Slapajang RT. 001 RT. 001.Desa Carenang Kecamatan Cisoka Tangerang, Terputus terendam banjir,karena tektstur jalan Desa dengan jembatan yang baru selesai di bangun di th 2025 .tidak singkron, posisi jalan lebih rendah. 
 
Hampir seluruh warga mengeluhkan keadaan Jembatan yang sudah bagus tapi kurang pungsinya,anak sekolah, pedagang, karyawan semua terbuang siasia waktunya, karna akses menuju jembatan terputus Banjir. 

Naila, Devi, Jiah, Intan, Dila, ketika mau berangkat sekolah, terpaksa harus buka sepatu menyebrangi derasnya banjir. 

Mereka mengatakan kepada Awak media,Bang Tolong sampaikan kepada pk. Bupati agar di tinjau kembali pembangunan jembatan yang sudah selesai di bangun,sepertinya kurang profesional dalam pengerjaan nya, karna kami berharap jembatan sudah bagus ,bisa mengatasi banjir tahunan di kampung kami, ternyata sama saja seperti dulu."Ujar mereka generasi milenial yang sekolah di SMAN 16 Tangerang. 

(Enjen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar