TEGAK BERDIRI SEPERTI TAK ADA PUNGSI BPP CARENANG: Lahan di Belakang Kantor, Petani Dibiarkan Berjuang Sendiri
TANGERANG,— BERITAHARIAN86.COM || Keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Carenang kembali menjadi sorotan. beberapa petani yang menggarap lahan tepat di belakang kantor BPP Carenang mengeluhkan minimnya perhatian dan pendampingan dari instansi pertanian, meski aktivitas pertaniannya berlangsung persis di area yang seharusnya menjadi fokus pembinaan.
Petani berinisial (S), salah satu anggota Kelompok Tani ini, mengungkapkan bahwa dirinya telah bertahun-tahun mengelola lahan pertanian di atas tanah BPP dengan menanam berbagai komoditas hortikultura, seperti terong dan bayam. Namun, selama itu pula ia mengaku tidak pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, baik berupa pupuk, benih, alat pertanian, maupun pendampingan teknis.
“Semua saya kelola sendiri, dari modal sendiri. Alat-alat pertanian sampai pompa air beli sendiri. Tidak pernah ada bantuan atau pendampingan,” ujar (S) kepada wartawan.
Ironisnya, lokasi lahan garapan tersebut berada tepat di belakang kantor BPP Carenang. Meski demikian, (S) mengaku belum pernah mendapatkan kunjungan ataupun pembinaan dari penyuluh pertanian setempat. Kondisi ini dinilainya sebagai bentuk abainya fungsi pendampingan yang seharusnya dijalankan secara aktif oleh BPP.
Ia juga menyebutkan bahwa Kelompok Tani yang kami bernaung belum pernah tersentuh program bantuan pertanian dari pemerintah. Fakta tersebut memunculkan dugaan lemahnya pendataan serta tidak tepat sasarannya penyaluran bantuan di sektor pertanian.
Lebih lanjut, (S)menegaskan tidak pernah ada permintaan setoran maupun bagi hasil dari pihak mana pun atas hasil panen. Seluruh risiko usaha, baik untung maupun rugi, sepenuhnya ia tanggung sendiri sebagai petani penggarap.
Kondisi yang dialami S menjadi potret buram pendampingan pertanian di tingkat lapangan. Keberadaan kantor BPP yang berdiri megah ternyata belum sejalan dengan kehadiran nyata di tengah petani aktif. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar fungsi penyuluhan tidak berhenti sebatas administrasi dan laporan di atas kertas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Carenang maupun Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait dan akan memuat hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
(Enjen)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar