Pemasangan Batu Kali Penahan Jalan di Kampung Pasirmindi Diduga Proyek Siluman,Tak Ada Papan Informasi. Perangkat Desa Bungkem
SERANG,– BERITAHARIAN86.COM || Kegiatan pemasangan batu kali untuk bangunan penahan jalan yang berlangsung di Kampung Pasirmindi, Desa nambu udik Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, justru menuai tanda tanya besar sekaligus kecurigaan tajam dari warga setempat. Pasalnya, proyek pembangunan ini berjalan tanpa adanya papan informasi resmi yang menjelaskan sumber dana, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, maupun dasar keputusan dari pihak desa.pada 18 mei 2026.
Tanpa papan petunjuk yang seharusnya wajib terpasang, warga pun bertanya-tanya: Siapa yang membiayai? Siapa yang bertanggung jawab? Dan apakah proyek ini benar-benar sah atau sekadar proyek siluman yang dimainkan oknum tak bertanggung jawab?
Sejak beberapa hari lalu, warga melihat ada nya tenaga kerja mulai menimbun material serta menyusun batu kali di pinggir jalan utama kampung pasirmindi Namun, sampai pekerjaan berjalan cukup jauh, tidak ada satu pun keterangan resmi yang kami dapatkan. Padahal, dalam setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran desa maupun bantuan pemerintah itu harus keterbukaan informasi lewat papan proyek adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Kami lihat ada pekerjaan besar tapi tak ada pemberitahuan apapun, Ini uang siapa? Anggaran dana desa ataukah dari mana? "Kami sebagai warga berhak tahu" tapi sampai saat ini masih bungkem tak ada penjelasan dari pihak pihak terkait termasuk perangkat desa.
"Ini jelas mencurigakan, ada apa ? seolah-olah mau dikerjakan diam-diam saja," tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, dengan nada kecewa.
Kecurigaan warga semakin kuat karena sebelumnya tak ada sosialisasi maupun pemberitahuan resmi. rencana pembangunan ini seharusnya di beritahukan dulu ke masyarakat atau warga sekitar.sebelum berjannya proyek. Warga menilai jika proyek ini murni untuk kepentingan umum maka harus terbuka secara administrasi, seharusnya transparansi dijalankan sejak awal bukan justru ditutup-tutupi seolah ada sesuatu yang disembunyikan.
Bukan hanya masalah kejelasan administrasi, tranfarasi publik pun harus di terbuka. kualitas pekerjaan pun mulai dipertanyakan, Warga khawatir jika dikerjakan tanpa pengawasan yang jelas atau ahli bisa cepet rusak lagi dan tanpa pertanggungjawaban terbuka, ada potensi material yang dipakai di bawah standar atau volume pekerjaan yang dimanipulasi. Jika hal itu terjadi maka yang dirugikan kembali adalah masyarakat sendiri, karena bangunan penahan jalan ini berfungsi vital untuk mencegah longsor dan menjaga keamanan jalan yang mereka lalui setiap hari.
Warga pun mendesak agar pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka, memasang papan informasi lengkap sesuai aturan, dan memastikan tidak ada penyimpangan anggaran yang merugikan uang rakyat.
"Jangan sampai ada 'uang dingin' yang lari begitu saja. Kami minta kejelasan. Kalau ini proyek sah? tunjukkan kepada kami, Kalau diam, berarti proyek ini proyek siluman yang harus dibongkar kebenarannya," ujar warga dengan nada tegas.
Sampai saat ini, pekerjaan pemasangan batu kali masih berlangsung akan terus mengawasi dan menuntut transparansi penuh, agar tidak ada lagi kegiatan pembangunan di wilayah mereka yang berjalan tampa transparan dan penuh tanda tanya. Berita ini akan terus memantau perkembangan dan tanggapan resmi dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak desa belum memberikan keterangan apa pun terkait adanya proyek siluman yang berjalan senyap
(ade)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar