UNPAM Kampus Serang Perkuat Kapasitas SDM Desa Wisata melalui Pelatihan Public
Speaking dan Komunikasi Organisasi di Pantai Setigi Batu
LAMPUNG,--BERITAHARIAN86.COM || Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Manajemen UNPAM Kampus Serang
di Kalianda, Lampung Selatan, menjadi langkah awal penguatan kapasitas masyarakat untuk
mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM)
Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan
mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Desa
Wisata Melalui Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi Organisasi.” Kegiatan tersebut
dilaksanakan pada 2 Oktober bertempat di Pantai Setigi Batu, Kalianda, Lampung Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong
pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.
Pengembangan desa wisata tidak hanya
membutuhkan keindahan alam dan daya tarik destinasi, tetapi juga membutuhkan sumber
daya manusia yang mampu mengelola, mempromosikan, dan mengkomunikasikan potensi wisata secara profesional.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Mardiana, S.Kom., M.M., dengan anggota Restu Fauzi, S.S.,
M.M. dan Teguh Kurniyanto, S.Pd.I., M.Ed. Tim pelaksana memberikan penguatan kepada
masyarakat melalui materi dan praktik yang berkaitan dengan public speaking dan
komunikasi organisasi, khususnya bagaimana kemampuan komunikasi dapat menjadi bagian
penting dalam membangun citra dan daya tarik sebuah destinasi wisata.
Komunikasi Menjadi Kunci Pengembangan Desa Wisata
Dalam pengembangan desa wisata, masyarakat merupakan aktor utama yang berhadapan
langsung dengan wisatawan.
Kemampuan menyampaikan informasi mengenai destinasi,
menjelaskan potensi lokal, memberikan pelayanan, hingga membangun hubungan dengan
berbagai pihak menjadi kompetensi yang semakin penting.
Melalui pelatihan public speaking, peserta didorong untuk memiliki kemampuan berbicara
secara percaya diri, sistematis, dan menarik. Kemampuan tersebut diharapkan dapat
dimanfaatkan ketika masyarakat memperkenalkan destinasi, menerima kunjungan
wisatawan, melakukan promosi, maupun menjalin kerja sama dengan pihak eksternal.
Sementara itu, materi komunikasi organisasi diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan
kerja sama antara anggota pengelola wisata. Pengelolaan desa wisata membutuhkan
komunikasi yang baik karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pengelola
destinasi, pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, pemerintah desa, hingga mitra eksternal.
Dengan komunikasi yang efektif, setiap pihak diharapkan dapat memahami peran masingmasing dan bersama-sama membangun pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung.
Tidak Berhenti pada Pelatihan
Yang menarik dari kegiatan PKM ini adalah adanya orientasi pada keberlanjutan. Pelatihan
tidak diharapkan berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi menjadi langkah awal untuk
membangun kapasitas masyarakat secara bertahap.
Kemampuan public speaking dan komunikasi organisasi dapat terus dikembangkan melalui
praktik langsung. Masyarakat dapat menerapkannya dalam kegiatan promosi destinasi,
menerima wisatawan, membuat konten digital, memandu kegiatan wisata, maupun
melakukan komunikasi dengan calon mitra.
Ke depan, penguatan kapasitas tersebut dapat dikembangkan melalui pendampingan lanjutan
yang lebih aplikatif, seperti pelatihan pemandu wisata, storytelling destinasi, pembuatan
konten promosi digital, pengelolaan media sosial, pelayanan wisatawan, hingga penguatan
branding desa wisata.
Dengan demikian, PKM tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang
terbentuknya proses pembelajaran berkelanjutan yang dapat mendukung kemandirian
masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata daerah.
Dari Potensi Lokal Menuju Destinasi yang Lebih Berdaya Saing
Pantai Setigi Batu dan kawasan wisata di Kalianda memiliki potensi yang dapat dikembangkan
menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat.
Namun, potensi tersebut membutuhkan
pengelolaan yang konsisten agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen UNPAM Kampus Serang menunjukkan bahwa
perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra masyarakat, bukan hanya dalam memberikan
pengetahuan, tetapi juga dalam membantu membangun kapasitas sumber daya manusia.
Ketua pelaksana Mardiana, S.Kom., M.M., bersama tim berharap kegiatan tersebut dapat
menjadi titik awal dari kolaborasi yang lebih panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat
dalam mengembangkan desa wisata.
“Pengembangan desa wisata pada akhirnya bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang
manusia yang mengelolanya. Ketika masyarakat memiliki kemampuan berkomunikasi,
bekerja sama, dan mempromosikan potensi daerahnya, maka peluang untuk
mengembangkan wisata secara berkelanjutan akan semakin besar,” menjadi semangat yang
mendasari pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui keberlanjutan program, sinergi antara UNPAM Kampus Serang, masyarakat,
pengelola wisata, dan pemangku kepentingan lokal diharapkan mampu melahirkan
ekosistem desa wisata yang semakin komunikatif, profesional, dan berdaya saing, sekaligus
membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar